Hidup sepenuhnya dengan epilepsi

Informasi, obat-obatan, riset, opini pakar dan cerita pribadi tentang hidup sepenuhnya bersama epilepsi

Cuplikan berita 1: Agustus 30, 2007

Filed under: berita,epilepsi — Dailyjoyfulme @ 4:15 am

Epilepsi bukan Penyakit, 85% Bisa Sembuh

JAKARTA (Media):

Epilepsi atau ayan bukanlah penyakit, melainkan suatu kondisi yang timbul akibat munculnya impuls listrik otak (seluruh bagian otak) yang bekerja tidak semestinya. Gejala klinisnya sangat kompleks, tetapi proses abnormal listrik sel-sel otak itu bisa terlihat pada Elektro Encephalografi (alat rekam listrik otak).

Hal tersebut ditegaskan Dr Nizar Yamanie, spesialis saraf RSUPN Cipto Mangunkusumo kepada Media di Jakarta beberapa waktu lalu.Pada keadaan normal, dipaparkan Nizar, listrik otak akibat reaksi yang timbul adalah semua fungsi tubuh normal, seperti fungsi motorik, sensorik, fisik, dan organ-organ autonom.

”Ketika serangan epilepsi datang, penderita tersebut memancarkan listrik berlebih di otaknya yang mengakibatkan berbagai bentuk serangan. Misalnya, mendadak jatuh, kejang-kejang, kehilangan kontrol pada fungsi kencing atau buang air, mendadak mencium bau aneh, mendengar suara aneh, terjadi halusinasi atau ilusi, dan melihat kilatan-kilatan cahaya,” urai ketua yayasan Epilepsi Indonesia ini.

Penyebab epilepsi sendiri, menurut Nizar, terbagi dua kelompok, yakni idiopatik dan symtomatic. Idiopatik merupakan golongan yang belum atau tidak diketahui penyebabnya.

”Termasuk dalam bagian ini adalah yang bersifat diturunkan atau keturunan (genetik). Dari golongan idiopatik sebagian besar tidak permanen, sehingga pada usia tertentu akan sembuh total. Saat ini berkembang penelitian tentang pengobatan genetik,” tegas Nizar.

Sebaliknya pada penyebab symtomatic, dijelaskan Nizar, adalah golongan penderita epilepsi yang diketahui penyebabnya, seperti kelainan metabolik, trauma kepala, tumor kepala, stroke, kelainan pembuluh darah otak, infeksi otak, kelainan otak bawaan lahir atau pada perkembangannya, keracunan otak seperti logam timah dan penyakit-penyakit lain semisal Lupus Erythematosus

”Ada yang mengatakan, jika tersentuh busa atau lidah penderita epilepsi yang sedang terserang akan tertular. Padahal tidak, penyebabnya adalah seperti yang saya sampaikan di atas,” tegasnya.

Prevalensi penderita epilepsi di Eropa yang berpenduduk 810 juta orang, menurut Nizar, terjadi serangan satu atau lebih dari sepanjang hidup orang Eropa terdapat 16 sampai 40 juta orang. Kasus insiden baru antara 40 sampai 70 per 100 ribu penduduk terdapat 0,3 sampai 0,6 juta orang menjadi epilepsi per tahunnya.

”Prevalensi di belahan Eropa baik kasus baru dan lama yang masih aktif per tahun ada 0,4 sampai 0,8 atau sebesar 3,2 sampai 6,5 juta orang,” ujarnya.

Untuk Amerika dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang, diketahui terjadi insiden epilepsi 30-50 orang per 100 ribu per tahunnya. Prevalensinya 5-8 orang per 1.000 orang per tahun atau 1,25 sampai 2 juta orang per tahunnya.

”Sayangnya, prevalensi di Indonesia belum diketahui datanya secara pasti dan akurat,” kata Nizar lagi.Tidak ter-cover-nya penderita epilepsi ini dirasakan Nizar, karena faktor ekonomi, sehingga tidak pergi/berobat ke dokter dan faktor sosial.”

Diperberat lagi dengan mitos atau stigma bagi penderita epilepsi. Mereka dikatakan kemasukan setan atau diguna-guna, sehingga enggan berobat ke dokter. Sakit mental atau idiot. Ada lagi yang mangatakan kalau penyebabnya karena keturunan. Padahal, persentasenya sangat kecil dan itu pun sebagian besar terjadi pada usia tertentu dan sembuh,” urai Nizar.

Epilepsi, ditegaskan Nizar, sesungguhnya dapat disembuhkan dengan obat-obat biasa. ”Dari seluruh penderita epilepsi hampir 85% sembuh total dan sisanya bisa terkontrol. Bahkan dalam persentase kecil operasi perlu dilakukan,” katanya.

Menurut Nizar, epilepsi merupakan kelainan kronik susunan saraf pusat tanpa membedakan umur, ras, agama, geografik, gender, dan status sosial.

”Julius Caesar, Napoleon Bonaparte, Vincen van Gogh, Thomas Edison, Leonardo da Vinci adalah sedikit contoh orang-orang besar yang membuat sejarah yang menderita epilepsi,” tegas Nizar.

Kematian pada penderita, yakin Nizar, bukan disebabkan semata-mata oleh epilepsinya sendiri. Kecuali pada penderita (status epilepsi) dengan tipe kejang umum (terus-menerus) .

”Kematian lebih disebabkan karena benturan kepala akibat pendarahan otak atau diperburuk oleh penyakit lain, seperti jantung atau organ pernapasan, serta sebab-sebab nonmedis, semisal putus asa, sehingga melakukan bunuh diri,” urainya.

Menangani Epilepsi

* Epilepsi bukan penyakit, tetapi suatu kondisi akibat timbulnya impuls listrik otak yang tidak bekerja normal.

* Pertolongan pertama:
Pada waktu serangan penderita tidak melukai dirinya;

  • jangan memaksa dengan kekuatan untuk menahan gerak penderita, kecuali pada tempat berbahaya;
  • letakkan di tempat datar jika serangan pada posisi duduk atau berdiri;
  • lepaskan semua yang mengganggu di leher;
  • jauhkan semua benda keras atau berbahaya dari penderita;
  • posisikan pada satu sisi mulut/kepala penderita untuk mencegah tertelannya ludah atau sesuatu di mulut;
  • letakkan bantalan lunak pada kepala dan leher;
  • jangan masukkan sesuatu baik makanan/minuman/ obat ke mulut;
  • setelah serangan biasanya lemas, perlu dibantu untuk pulang, tetapi jika tidur biarkan sampai bangun.

sumber: http://www.mail-archive.com/ayahbunda-online@yahoogroups.com/msg06250.html

 

7 Responses to “Cuplikan berita 1:”

  1. cocom Says:

    saya mo tau yg dimaksud dengan Epilepsi Diffus?

  2. mariani Says:

    Dari info2 yg saya dapat dari website2, Epilepsi Diffus adalah kondisi dimana orang mendapat serangan baik pada saat sadar maupun tertidur.

    Ada 2 jenis lainnya yaitu epilepsi yg datang pada saat sadar saja, atau pada saat tertidur saja.

  3. Daniel Says:

    Adik saya berumur 32 tahun, kena epilepsi pada umur 19 tahun, kemana harus saya bawa berobat? Apa obat yang dapat menyembuhkan epilepsi adik saya tersebut?

    • Mari Says:

      Halo Daniel, kakak saya yang berusia 33 tahun juga telah lama mengindap epilepsi.
      Dia sudah kami bawa ke berbagai dokter di dalam dan luar negeri, dan menjalani pengobatan alternatif tapi tidak bisa sembuh total.

      Menurut seorang dokter yang kami temui di Singapura, ada bermacam2 epilepsi. Ada yang bisa disembuhkan melalui operasi otak bila pusat epilepsinya hanya beberapa. Untuk kakak saya, kebetulan pusatnya banyak dan tersebar sehingga dokter tidak menyarankan untuk dioperasi.

      Alhasil, pengobatan adalah menekan keseringan dan keparahan seizure saja, tidak menyembuhkan secara total.

      Kakak saya sendiri merasa dia mendapat seizure biasanya bila dia merasa stres atau tegang, sehingga dengan hidup yang nyaman dan bebas stres dia bisa beradaptasi dengan penyakitnya. Terkadang memang masih mendapat seizure, tapi tidak sesering ketika tidak mendapat pengobatan dengan benar dan pola hidup yang tenang.

      Saya sempat menonton di TV, bahwa di Inggris ada anjing khusus untuk penderita epilepsi. Sepertinya memang tidak ada penyembuhannya bagi penderita tertentu.

      Untuk pengobatan di Singapura beberapa tahun lalu, kami ke rumah sakit pemerintah Singapore General Hospital. Di Jakarta, kami sempat ke Siloam Hospital.

      Semoga membantu.

      • mufid Says:

        sy jg punya 2 saudara kandung yg epilepsi, penderitaan anda juga penderitaan kami. sama kami jg sdh beribat kdokter dan ustad. Alhamdulillah adik kami yg bungsu sembuh total umur 21 th sekarang telah menikah dan bahagia. berkat perantara seorang ustad. tp kakaknya belum total sembuh. hanya kondisinya lebih stabil, tenang dan banyak ibadah. biasanya seminggu 2-3 kali kejang. sekarang 2-3 bulan sekali. terimaksih ya Allah , ringankan beban penderitaan kami. Ampuni dosa kami. dan sehatkanlah kmi.Amiin. dari ikan bakar lempasing lampung

        • ass wr wb
          anak saya, aditya menderita epilepsi sejak usia 9 tahun, sekarang sudah 19tahun.
          kami sudah keliling dokter sampai ke spore, tapi ternyata di semarang kami menemukan dokter prof zainal muttaqin di RS Telogorejo, beliau ahli epilepsi dan melakukan operasi.
          mohon liat website anak saya, sekarang alhamdulillah, mudah2an obat bisa segera lepas.
          pengalaman adit sudah dicover oleh kompas, femina, kartini dsb, dan saya sangat berminat untuk sharing.
          adit juga sudah pernah diundang oleh malaysian epilepsy society utk sharing dan bermain piano di melaka, malaysia.
          terimakasih

          gracia subekti
          08161366371

  4. Bagaimana cara menyembuhkan epilepsi supaya bisa sembuh total?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s